Lokasi: Banjaran, Bandung Selatan, Jawa Barat
Ketinggian Puncak: 2.223 mdpl (Puncak Mega)
Basecamp: via Jalur PGPI (Persaudaraan Gunung Puntang Indonesia)
Rute Angkot: Naik angkot dari Terminal Banjaran, turun di Terminal Gamblok, lalu lanjut angkot atau ojek menuju Gerbang Puntang, berhenti di Basecamp PGPI.
Sekitar 1,5 jam perjalanan, tim sampai di area bekas Stasiun Radio Malabar peninggalan Belanda. Lokasi ini menjadi salah satu titik istirahat sekaligus objek sejarah yang terkenal di Gunung Puntang. Bangunan yang tersisa berupa reruntuhan tembok dan pondasi bangunan lama. Selain dikenal karena sejarah radio Malabar, kawasan Gunung Puntang juga sering dikaitkan dengan cerita pelarian Prabu Siliwangi.
Perjalanan dilanjutkan menuju jalur utama ke Puncak Mega. Medan mulai berubah menjadi lebih menanjak dengan jalur akar pohon dan tanah basah. Kecepatan perjalanan menurun karena kondisi jalur cukup licin akibat kabut dan sisa hujan. Kondisi puncak berkabut dengan angin cukup kencang sehingga jarak pandang terbatas. Saat kabut sedikit terbuka, terlihat sebagian area Bandung Selatan dari kejauhan.
Pendakian Gunung Puntang tergolong pendakian menengah dengan jalur yang cukup jelas namun memiliki beberapa tanjakan panjang dan licin saat musim hujan. Selain menawarkan suasana hutan pegunungan yang sejuk, Gunung Puntang memiliki nilai sejarah yang kuat, terutama terkait Stasiun Radio Malabar peninggalan Belanda dan cerita sejarah Prabu Siliwangi. Gunung ini cocok untuk pendaki pemula hingga menengah yang ingin melakukan pendakian singkat di wilayah Bandung Selatan.




