Pendakian Gunung Gunung Sorik Marapi dimulai dari daerah Sibanggor Julu, Mandailing Natal. Pagi itu cuaca cukup dingin, dan jalur masih basah karena hujan semalam. Sebelum naik, kami registrasi dulu di pos pendakian sambil menyiapkan logistik dan mengecek kondisi cuaca.
Awal jalur masih didominasi kebun warga dan hutan dengan trek tanah yang cukup jelas. Di beberapa bagian jalur ada tanjakan yang lumayan menguras tenaga, apalagi kalau habis hujan karena tanah jadi licin. Pendaki biasanya beberapa kali berhenti untuk minum atau mengatur napas. Semakin naik, vegetasi mulai lebih rapat dan udara terasa lebih dingin. Kabut sering turun cukup cepat di gunung ini, jadi jarak pandang kadang terbatas. Di beberapa titik juga mulai tercium bau belerang karena Sorik Marapi termasuk gunung api aktif. Meski begitu, jalurnya masih cukup aman kalau mengikuti arahan porter atau guide lokal.
Perjalanan menuju area puncak biasanya memakan waktu sekitar 3 sampai 6 jam tergantung kondisi fisik dan cuaca. Menjelang atas, jalur berubah menjadi area berbatu dan lebih terbuka. Angin terasa lebih kencang dibanding di bawah. Sesampainya di kawasan puncak, terlihat area kawah dengan asap belerang yang keluar dari beberapa titik. Dari atas juga terlihat pemandangan perbukitan dan wilayah Mandailing Natal di kejauhan kalau cuaca sedang cerah. Banyak pendaki biasanya istirahat cukup lama di atas untuk makan atau sekadar foto sebelum turun kembali.
Yang paling terasa dari pendakian Sorik Marapi sebenarnya bukan cuma pemandangannya, tapi suasana jalurnya yang masih alami dan belum terlalu ramai seperti gunung-gunung populer lain di Sumatera. Karena itu pendakian di sini terasa lebih tenang, tapi tetap harus hati-hati karena kondisi cuaca dan aktivitas gunung bisa berubah sewaktu-waktu.
Kawasan: Taman Nasional Batang Gadis
Sistem pendakian: Tektok (tanpa camping)
Pendamping: Ranger lokal (wajib)
1. Titik Kegiatan
a. Basecamp / Kaki Gunung (Desa Sibanggor Julu)
* Titik kumpul awal dengan ranger
* Briefing jalur dan aturan adat
* Persiapan terakhir logistik dan perlengkapan
b. Jalur Hutan Awal
* Vegetasi hutan rapat
* Jalur tanah dan akar pohon
* Dokumentasi aktivitas trekking awal
c. Pos Tengah / Area Transisi
* Jalur mulai menanjak
* Vegetasi mulai terbuka
* Beberapa spot istirahat dan foto landscape
d. Zona Bebatuan / Dekat Puncak
* Medan berbatu dan berpasir
* Kondisi lebih terbuka, angin lebih kencang
* Area dengan potensi bau belerang
e. Puncak 2.145 mdpl
* Dokumentasi pemandangan utama
* Foto tim / rombongan
* Kondisi alam sekitar (view Mandailing Natal)
2. Catatan Penting
* Tidak ada sumber air pasti di jalur → wajib bawa cukup dari awal
* Tidak boleh camping → semua logistik harus untuk sistem tektok
* Wajib didampingi ranger lokal
* Hormati aturan adat (termasuk larangan pendakian untuk perempuan)
* Gunung masih alami dan minim fasilitas → persiapkan mandiri penuh
* Warga lokal melarang perempuan untuk mendaki gunung ini.







